Cara Menghitung Luas Atap Rumah dengan Metode Sederhana

Artikel ini akan membahas cara menghitung luas atap rumah dengan metode sederhana yang mudah dimengerti.

Latar belakang pertama adalah, anda perlu menghitung luasan atap rumah saat anda mendesain rumah, atau membangun rumah, dan hendak membeli genteng.

Kedua anda bisa saja sedang ingin merenovasi atap, atau ingin mengganti rangka atap kayu dengan bajaringan. Untuk itu anda perlu menghitung luasan atapnya.

 

Model / Bentuk Atap Rumah

Sebelumnya anda perlu mengetahui sekilas tentang macam bentuk atap rumah yang umum / banyak dijumpai. Berikut adalah contohnya.

1 Atap Pelana

Atap pelana adalah atap sederhana yang umum digunakan pada rumah. Bentuknya secara kasar adalah segitiga dengan kemiringan kisaran 30 derajat.

bentuk atap pelana rumah

2 Atap Limasan

Atap limasan adalah atap yang berbentuk limas. Mudahnya anda bisa melihat contoh gambar di bawah.

bentuk atap rumah limasan perisai

3 Atap Miring

Atap miring sama seperti atap pelana, bedanya atap miring ini hanya memiliki satu sisi. Biasanya atap ini memiliki kemiringan yang lebih landai.

model atap miring rumah

4 Atap Kombinasi

Atap kombinasi adalah perpaduan bentuk atap, misalnya pelana dan limasan. Contohnya supaya mudah anda bisa lihat gambar.

contoh atap rumah kombinasi pelana limasan

 

Sekilas Tentang Kemiringan Atap

Dalam menentukan kemiringan atap ada 2 cara yang umum digunakan yaitu:

1 Kemiringan dengan derajat

Kemiringan ini ditentukan dengan satuan derajat, misalnya bentuk atap dengan kemiringan 30 derajat, 35 derajat, dan sebagainya.

Biasanya seorang drafter atau desainer menggambar desain atap dengan cara ini.

Karena memang satuan derajat adalah standard baku yang umumnya digunakan untuk menentukan tingkat kemiringan.

kemiringan atap 30 derajat

2 Kemiringan dengan menentukan tinggi

Metode ini dilakukan dengan cara menentukan tinggi atap, tanpa sebelumnya mengetahui berapa derajat kemiringannya.

Di lapangan, atau kebanyakan tukang bangunan cenderung menggunakan cara ini untuk menentukan kemiringan atap.

Karena memang lebih mudah dimengerti dan lebih simpel dalam pengukurannya.

Misal atapnya dibuat tinggi 2 meter, 3 meter, dan sebagainya.

kemiringan atap tinggi 2 meter

 

Cara Menghitung Luas Atap Pelana dengan Cara Manual

Sekarang mari kita belajar cara menghitung luas atap pelana.

Kali ini kita menggunakan cara manual, artinya tanpa software komputer seperti AutoCAD atau sketchup.

Supaya lebih mudah dimengerti akan saya sediakan gambar.

Contoh studi kasus.

studi kasus perhitungan luas atap pelana

Asumsi kita akan menghitung luasan atap pelana pada rumah yang memiliki bentang 6 meter dan panjang 6 meter. Dengan kemiringan 30 derajat, tritisan samping 50cm, dan tritisan depan 1 meter.

Maka kita perlu mengetahui luas permukaan bidang atap pelana yang berbentuk segiempat.

Panjang pertama sudah diketahui yaitu 7 meter, sedangkan lebar miringnya akan dihitung terlebih dahulu.

Kita akan menghitung dengan cara manual dengan penggaris, busur, dan pensil.

Pertama kita buat gambar skalatis dengan skala 1:50, artinya 1cm penggaris sama dengan 50cm. Sehingga jika bentang 6 meter maka panjang dalam skala gambar adalah 12cm.

cara menghitung luas atap rumah manual

Kedua kita akan buat kemiringan atap menggunakan busur derajat yaitu 30 derajat.

menghitung derajat kemiringan atap rumah

Setelah itu kita akan menemukan panjang sisi miring atap sepanjang 9cm, atau dalam skala sebenarnya yaitu kisaran 4,5 meter.

panjang sisi miring atap pelana

Maka dengan mudah kita bisa menghitung luasnya yaitu:

2 x 4,5 x 7 = 63 meter persegi.

*keterangan: angka 2 berasal dari atap pelana yang terdiri dari 2 bidang segiempat.

 

Cara Menghitung Luas Atap Limasan

Sekarang kita akan menghitung atap limasan.

Asumsi bentang rumah adalah 6×7 meter dan tritisan samping 80cm, maka gambarnya adalah sebagai berikut:

studi kasus menghitung luasan atap limasan

Anda bisa menggunakan metode menghitung manual dengan gambar skalatis menggunakan penggaris dan busur derajat seperti yang sudah saya contohkan di atas.

Maka hasilnya akan ketemu angka seperti ini.

studi kasus menghitung luasan atap limasan rumah

Setelah itu kita tingga menghitung luasnya yaitu dengan rumus:

Luas atap limasan = 2 x (luas segitiga + luas trapesium)

Luas segitiga = 0.5 x 7.6 x 4.4 = 16.72

Luas trapesium = (1+8.6) : 2 x 4.4 = 21.12

Jadi luas atap limasan = 2 x (16.72 + 21.12) = kisaran 75.68 meter persegi

 

Cara Menghitung Luas Atap Miring

Terakhir adalah cara menghitung luas atap miring.

Menghitung luasan atap miring jauh lebih mudah.

Berikut ini adalah contoh studi kasusnya.

cara menghitung luas atap miring

Anda juga bisa menghitung panjang miring atap dengan metode manual yang sudah saya jelaskan di atas.

Setelah semua ukuran diketahui, maka untuk mencari luasannya sangat mudah, yaitu:

8 x 7.58 = kisaran 60.64 meter persegi.

 

Menghitung Luasan Atap Kombinasi

Atap kombinasi pada prinsipnya sama dengan model-model atap di atas.

Cara menghitungnya mudah, anda cukup menggunakan cara yang sudah saya jelaskan di atas.

Menggunakan gambar skalatis, penggaris, busur derajat, dan perhitungan matematika sederhana.

Atau mungkin saja anda bisa berkreasi / memiliki cara menghitung yang lain.

Pada dasarnya menghitung luas atap itu tidaklah sulit, karena menggunakan rumus yang sangat sederhana.

Sekian artikel mengenai cara menghitung luas atap rumah ini, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close Menu